You are currently browsing the category archive for the ‘Akuntan’ category.

Labanya tinggi, tapi kok kas nya sedikit?

Itu mungkin adalah pertanyaan yang sering didengar oleh para akuntan, dari pemilik perusahaan, atau direksi, yang kurang mengerti akuntansi atau tidak memiliki sama sekali background finance.

Kenapa laba bisa tinggi sedangkan kas sedikit?

Baik laporan laba rugi maupun Arus kas, masing-masing dibuat dalam sebuah periode tertentu, dalam sebuah siklus ekonomi perusahaan, bisa bulanan, 3 bulanan dan tahunan. Dalam satu siklus, perusahaan akan melakukan transaksi Operasional, Investasi, ataupun pendanaan. Siklus Operasional merupakan siklus inti perusahaan seperti Penjualan, pembelian persediaan, pengeluaran untuk beban operasional dll. Siklus transaksi investasi adalah pengeluaran atau penerimaan perusahaan untuk pembelian misalnya Aset tetap, saham dll. Sedangkan siklus pendanaan misalnya pinjaman dari pihak ketiga untuk perusahaan.

Laporan laba rugi, terdapat dalam siklus operasional perusahaan. Namun tidak berarti juga bahwa akhir dari arus kas operasi adalah laba perusahaan.

Akuntansi memakai basis yang disebut akrual, dimana transaksi dicatat ketika peristiwa itu terjadi, dan bukan saat diterimanya kas. Misalnya, Penjualan, transaksi ini bisa dilakukan secara kas ataupun secara kredit (pembeli melakukan utang). Dalam kas basis, penjualan akan diakui pada saat kas diterima. Berbeda dengan Akrual, dimana penjualan tetap diakui sebesar harga jual dan mengakui piutang disisi lain. Penjualan akan masuk ke laporan laba rugi, ke dalam akun pendapatan. Jadi bisa dilihat, jika penjualan tinggi tapi kas rendah, kemungkinan besar, sebagian besar transaksi yang dilakukan perusahaan adalah transaksi kredit. Atau, perusahaan melakukan investasi lain.

 

Advertisements

MY BLOG

Where i am

1-202-555-1212
Lunch: 11am - 2pm
Dinner: M-Th 5pm - 11pm, Fri-Sat:5pm - 1am
Advertisements